Bila kau,
Terus keliru dengan perasaan nyata,
Bila kau,
Terus kelu dengan kata kata,
Bila kau,
Terus pilu sejuta kala,
Atas sebab berjela,
Kau pilih jalan sehala,
Untuk tidak dekat,
Untuk tidak berat,
Supaya semua selamat.
Rasa seperti binasa,
Kau sendiri ketam dua jari,
Janji untuk tidak cungkil,
Kau sendiri memadam rasa,
Untuk baik satu orang,
Kau tau,
Ini semua sementara,
Sementara ia gilap,
Baik kau pergi,
Tutup,
Dan jauh,
Cukup.
Cukup dah.
Ada dua; Sirih atau pedih? Ada dua; Pisau atau pulau? Ada dua; Hangus atau mampus? Selamat bentukkan keadaan, manusia bijak.
Comments
Post a Comment